Affiliate marketing terus berkembang menjadi salah satu sumber penghasilan pasif yang paling diminati di Indonesia. Memasuki tahun 2026, tren ini semakin menguat seiring dengan pertumbuhan pesat industri e-commerce tanah air. Dua platform yang paling banyak diperbincangkan adalah Shopee Affiliate dan TikTok Affiliate, keduanya menawarkan peluang menggiurkan bagi siapa saja yang ingin menghasilkan uang dari internet.
Berdasarkan data pasar e-commerce Asia Tenggara, Shopee masih mendominasi dengan menguasai 48% pangsa pasar regional dan mencatatkan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar 55,1 miliar dolar AS. Sementara itu, TikTok Shop menunjukkan pertumbuhan luar biasa dengan GMV mencapai 16,3 miliar dolar AS pada 2024, naik drastis dari hanya 4,4 miliar dolar AS di tahun 2022. Indonesia sendiri menyumbang 46,9% dari total GMV regional, menjadikannya pasar terbesar di kawasan.
Memahami struktur komisi dari kedua platform ini menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk bergabung. Pasalnya, setiap platform memiliki karakteristik unik yang bisa sangat mempengaruhi potensi penghasilan. Faktor seperti persentase komisi, biaya platform, metode pencairan, hingga aturan promosi perlu dipertimbangkan dengan matang.
Artikel ini menyajikan perbandingan komprehensif antara Shopee Affiliate dan TikTok Affiliate berdasarkan data terkini 2026. Pembahasan mencakup struktur komisi, persyaratan pendaftaran, metode promosi, sistem pembayaran, hingga kelebihan dan kekurangan masing-masing platform. Informasi ini diharapkan dapat membantu dalam menentukan pilihan yang paling sesuai dengan profil dan kebutuhan.
Apa Itu Shopee Affiliate dan TikTok Affiliate?
Definisi Shopee Affiliate Program
Shopee Affiliate merupakan program kemitraan yang memungkinkan seseorang memperoleh komisi dengan cara mempromosikan produk-produk yang dijual di marketplace Shopee. Peserta program ini akan mendapatkan link unik untuk setiap produk yang dipromosikan. Ketika seseorang melakukan pembelian melalui link tersebut, affiliate akan menerima persentase tertentu dari nilai transaksi sebagai komisi.
Program ini cocok untuk pemilik blog, website, channel YouTube, atau akun media sosial yang ingin memonetisasi konten. Shopee Affiliate tidak mengharuskan pesertanya memiliki toko online sendiri, cukup fokus pada promosi dan pemasaran produk. Model bisnis ini tergolong low-risk karena tidak perlu menyetok barang atau mengurus pengiriman.
Definisi TikTok Affiliate (TikTok Shop)
TikTok Affiliate adalah bagian dari ekosistem TikTok Shop yang memungkinkan kreator konten menghasilkan uang dengan mempromosikan produk melalui video pendek atau siaran langsung. Berbeda dengan Shopee, TikTok Affiliate sangat mengandalkan konten video kreatif dan interaksi real-time dengan audiens. Bagi yang tertarik bergabung, panduan lengkap cara daftar TikTok Affiliate 2026 beserta syarat dan komisinya dapat dipelajari untuk memulai.
Platform ini memanfaatkan algoritma For You Page (FYP) yang canggih untuk mendistribusikan konten ke pengguna yang tepat. Hasilnya, sebuah video promosi berpotensi menjangkau jutaan viewers meski akun pembuatnya masih tergolong baru. Inilah yang membuat TikTok Affiliate sangat menarik, terutama bagi generasi muda yang terbiasa mengonsumsi konten video pendek.
Perbedaan Mendasar Model Bisnis
Perbedaan paling fundamental terletak pada media promosi yang digunakan. Shopee Affiliate bersifat multi-channel, artinya link affiliate bisa disebarkan melalui berbagai platform seperti blog, Instagram, Facebook, WhatsApp, hingga YouTube. Sementara TikTok Affiliate lebih eksklusif karena promosi hanya bisa dilakukan di dalam aplikasi TikTok itu sendiri.
Dari sisi pendekatan, Shopee Affiliate lebih cocok untuk strategi pemasaran jangka panjang berbasis konten evergreen. Artikel review produk atau perbandingan harga di blog bisa terus menghasilkan komisi bertahun-tahun kemudian. Sebaliknya, TikTok Affiliate mengandalkan momentum dan viralitas konten yang sifatnya lebih instan namun berpotensi menghasilkan lonjakan penjualan dalam waktu singkat.
Perbandingan Struktur Komisi
Persentase Komisi per Kategori Produk
Struktur komisi menjadi faktor penentu utama dalam memilih platform affiliate. Per 2026, TikTok Affiliate menawarkan komisi yang lebih tinggi dengan rentang 5% hingga 20% dari nilai produk. Bahkan untuk produk yang dijual di TikTok Mall, komisi bisa mencapai 25%. Kategori dengan komisi tertinggi biasanya meliputi produk kecantikan, fashion, dan lifestyle.
Di sisi lain, Shopee Affiliate memberikan komisi lebih rendah dengan rentang 3% hingga 10%. Untuk produk dengan harga murah, komisi yang diterima bahkan hanya berkisar 1-2%. Namun perlu diingat bahwa Shopee memiliki katalog produk yang jauh lebih beragam, mulai dari elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga bahan makanan. Variasi ini memberikan fleksibilitas lebih dalam memilih produk yang akan dipromosikan.
Komisi Bonus dan Insentif Tambahan
Kedua platform secara berkala mengadakan program insentif untuk mendorong kinerja affiliate. TikTok kerap memberikan bonus tambahan saat periode kampanye besar seperti Harbolnas, Ramadan Sale, atau tanggal kembar. Kreator dengan performa tinggi juga berkesempatan mendapatkan undangan ke program eksklusif dengan benefit lebih besar.
Shopee juga tidak kalah agresif dalam memberikan insentif. Program Shopee Affiliate Plus menawarkan komisi lebih tinggi bagi affiliate yang berhasil mencapai target tertentu. Selain itu, ada juga bonus referral ketika berhasil mengajak orang lain bergabung ke program affiliate. Sistem tier ini memotivasi affiliate untuk terus meningkatkan performa penjualan.
Biaya Platform dan Potongan
Aspek yang sering terabaikan adalah biaya platform yang mempengaruhi pendapatan bersih. Mulai April 2025, TikTok memberlakukan biaya 2% tetap ditambah 4% komisi dari setiap transaksi. Kebijakan ini berlanjut hingga 2026 dan perlu diperhitungkan dalam kalkulasi keuntungan. Meski demikian, biaya ini ditanggung seller, bukan affiliate secara langsung.
Shopee menerapkan biaya transaksi berkisar 2-5%, namun potongan ini juga tidak langsung mempengaruhi komisi yang diterima affiliate. Yang perlu diperhatikan adalah return rate atau tingkat pengembalian barang. TikTok memiliki return rate lebih tinggi sekitar 10-15%, sementara Shopee lebih stabil di angka 5-8%. Return yang tinggi berarti komisi yang sudah dihitung bisa berkurang karena pembatalan transaksi.
Syarat dan Cara Bergabung
Persyaratan Menjadi Shopee Affiliate
Shopee Affiliate dikenal memiliki persyaratan yang lebih mudah dipenuhi. Tidak ada minimum followers yang diwajibkan, sehingga sangat ramah untuk pemula. Cukup memiliki akun Shopee yang aktif, KTP valid, dan rekening bank lokal, seseorang sudah bisa mendaftar. Proses verifikasi biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja. Untuk panduan lengkap beserta tips lolos verifikasi, simak artikel cara daftar Shopee Affiliate 2026 yang sudah disiapkan.
Keunggulan lain adalah fleksibilitas dalam channel promosi. Shopee Affiliate bisa memanfaatkan blog, website, YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, hingga WhatsApp untuk menyebarkan link. Satu-satunya pengecualian adalah TikTok, mengingat kedua platform adalah kompetitor langsung. Pelanggaran aturan ini bisa berakibat pada pembekuan akun affiliate.
Persyaratan Menjadi TikTok Affiliate
TikTok Affiliate memiliki dua jalur pendaftaran dengan persyaratan berbeda. Jalur Creator mengharuskan akun memiliki minimal 1.000-2.000 followers aktif, usia minimal 18 tahun, KTP valid, dan rekening bank lokal. Akun juga harus aktif memposting konten dalam 28 hari terakhir untuk membuktikan konsistensi.
Kabar baiknya, tersedia jalur alternatif melalui Seller Center yang tidak mensyaratkan minimum followers. Jalur ini sangat cocok untuk pemula yang ingin langsung terjun ke dunia affiliate tanpa harus membangun audiens terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa kesuksesan di TikTok Affiliate tetap sangat bergantung pada kemampuan membuat konten video yang menarik dan engaging.
Proses Pendaftaran dan Approval
Proses pendaftaran di kedua platform relatif straightforward. Untuk Shopee, calon affiliate mengakses halaman Shopee Affiliate Program, mengisi formulir pendaftaran, mengunggah dokumen yang diperlukan, dan menunggu approval. Tingkat penerimaan cukup tinggi selama semua persyaratan terpenuhi.
Di TikTok, pendaftaran dilakukan melalui TikTok Shop Seller Center atau langsung dari aplikasi TikTok. Proses review biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja. TikTok cenderung lebih selektif, terutama untuk jalur Creator. Akun dengan engagement rate rendah atau konten yang tidak sesuai pedoman komunitas berpotensi ditolak.
Metode Promosi yang Diizinkan
Channel Promosi Shopee Affiliate
Shopee Affiliate memberikan keleluasaan dalam memilih channel promosi. Pemilik blog atau website bisa menyisipkan link affiliate dalam artikel review, perbandingan produk, atau rekomendasi belanja. Konten seperti ini memiliki nilai SEO yang baik dan bisa terus menghasilkan traffic organik dalam jangka panjang.
Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter juga menjadi channel yang efektif. Story Instagram dengan fitur swipe-up atau link sticker sangat populer untuk promosi flash sale atau produk trending. WhatsApp marketing juga diizinkan, baik melalui broadcast message maupun status. YouTube menjadi pilihan menarik untuk konten unboxing atau tutorial penggunaan produk.
Channel Promosi TikTok Affiliate
TikTok Affiliate memiliki pendekatan yang lebih terfokus. Semua promosi harus dilakukan di dalam platform TikTok, baik melalui video pendek di feed maupun siaran langsung (live streaming). Produk yang dipromosikan akan muncul dalam format shopping cart yang bisa diklik langsung oleh viewers.
Live streaming menjadi senjata utama para TikTok Affiliate sukses. Interaksi real-time dengan audiens menciptakan urgensi dan FOMO (Fear of Missing Out) yang mendorong pembelian impulsif. Beberapa kreator bahkan bisa menghasilkan ratusan juta rupiah dalam satu sesi live yang berlangsung beberapa jam.
Aturan dan Batasan Konten
Kedua platform memiliki aturan ketat terkait konten promosi. Shopee melarang klaim palsu, promosi produk terlarang, atau penggunaan teknik spam. Pelanggaran bisa berakibat pada pemotongan komisi atau pembekuan akun secara permanen. Transparansi juga diwajibkan dengan mencantumkan disclosure bahwa konten mengandung link affiliate.
TikTok menerapkan standar komunitas yang ketat terkait konten. Video dengan unsur kekerasan, konten dewasa, atau misinformasi tidak akan lolos moderasi. Selain itu, penggunaan musik berhak cipta tanpa lisensi juga bisa menyebabkan video dihapus atau akun terkena strike. Kreator perlu memahami pedoman ini untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Sistem Pembayaran dan Pencairan
Minimum Payout dan Jadwal Pencairan
Sistem pencairan komisi menjadi pertimbangan penting, terutama bagi yang membutuhkan cash flow lancar. TikTok Affiliate menerapkan periode tunggu 21-30 hari setelah pembeli mengkonfirmasi penerimaan barang. Periode ini diperlukan untuk mengantisipasi potensi return atau komplain dari pembeli.
Shopee Affiliate menggunakan sistem pencairan bulanan. Komisi yang terkumpul selama satu bulan akan dicairkan pada periode tertentu di bulan berikutnya. Meski terkesan lebih lama, sistem ini memberikan kepastian jadwal yang memudahkan perencanaan keuangan. Minimum payout di Shopee relatif rendah, sehingga affiliate pemula tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menerima komisi pertama.
Metode Pembayaran yang Tersedia
Kedua platform menawarkan transfer langsung ke rekening bank lokal sebagai metode pembayaran utama. TikTok mendukung hampir semua bank besar di Indonesia termasuk BCA, Mandiri, BNI, BRI, dan bank digital seperti Jago atau Blu. Proses transfer biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja setelah pencairan diproses.
Shopee juga menyediakan opsi pencairan ke ShopeePay selain transfer bank. Opsi ini menarik bagi yang sering berbelanja di Shopee karena saldo ShopeePay bisa langsung digunakan untuk transaksi. Beberapa affiliate memilih metode ini untuk memanfaatkan promo cashback atau diskon yang hanya berlaku untuk pembayaran via ShopeePay.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing
Keunggulan dan Kelemahan Shopee Affiliate
Shopee Affiliate menawarkan beberapa keunggulan signifikan. Pertama, tidak ada syarat minimum followers sehingga sangat ramah pemula. Kedua, fleksibilitas channel promosi yang luas memungkinkan diversifikasi strategi marketing. Ketiga, return rate yang lebih rendah membuat pendapatan lebih stabil dan predictable. Keempat, katalog produk yang sangat beragam memberikan banyak pilihan untuk dipromosikan.
Namun ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Komisi yang ditawarkan relatif lebih rendah dibanding TikTok, terutama untuk produk dengan harga murah. Persaingan antar affiliate juga sangat ketat mengingat banyaknya peserta program. Selain itu, konten berbasis teks atau gambar cenderung memiliki engagement rate lebih rendah dibanding video, sehingga membutuhkan effort lebih untuk menghasilkan konversi.
Keunggulan dan Kelemahan TikTok Affiliate
TikTok Affiliate unggul dalam hal potensi komisi yang lebih tinggi dan kemampuan viral. Sebuah video yang masuk FYP bisa menghasilkan ribuan bahkan jutaan views dalam hitungan jam, menciptakan lonjakan penjualan yang luar biasa. Target audiens yang didominasi Gen Z dan milenial juga sangat responsif terhadap rekomendasi produk dari kreator favorit.
Di sisi lain, TikTok Affiliate memiliki tantangan tersendiri. Persyaratan followers untuk jalur Creator bisa menjadi hambatan bagi pemula. Return rate yang tinggi berarti sebagian komisi berpotensi hangus. Ketergantungan pada satu platform juga berisiko, mengingat algoritma TikTok bisa berubah sewaktu-waktu dan mempengaruhi reach konten. Konsistensi dalam produksi video berkualitas juga membutuhkan waktu dan skill yang tidak semua orang miliki.
Tips Memilih Platform yang Tepat
Pertimbangan Berdasarkan Jenis Konten
Pemilihan platform sebaiknya disesuaikan dengan keahlian dan preferensi dalam membuat konten. Bagi yang nyaman menulis artikel panjang, membuat review mendalam, atau mengelola blog, Shopee Affiliate adalah pilihan yang lebih natural. Konten tertulis memiliki umur yang lebih panjang dan bisa terus menghasilkan traffic dari mesin pencari.
Sebaliknya, bagi yang memiliki passion dalam membuat video pendek, menari, atau tampil di depan kamera, TikTok Affiliate menawarkan playground yang sempurna. Kreativitas dalam storytelling visual menjadi kunci sukses di platform ini. Live streaming juga membutuhkan skill komunikasi dan kemampuan membangun rapport dengan audiens secara real-time.
Pertimbangan Berdasarkan Target Audiens
Profil target audiens juga menentukan platform mana yang lebih efektif. TikTok didominasi oleh pengguna berusia 16-34 tahun yang sangat responsif terhadap tren dan konten hiburan. Kategori produk seperti skincare, fashion, gadget, dan lifestyle sangat laris di platform ini.
Shopee memiliki demografi pengguna yang lebih beragam, mencakup berbagai kelompok usia dari remaja hingga orang tua. Produk kebutuhan rumah tangga, elektronik, perlengkapan bayi, hingga bahan makanan memiliki pasar yang besar di Shopee. Diversifikasi audiens ini memberikan stabilitas pendapatan yang lebih baik dalam jangka panjang.
Strategi Menggabungkan Kedua Platform
Bagi yang ingin memaksimalkan potensi penghasilan, menjalankan kedua program secara bersamaan adalah strategi yang bisa dipertimbangkan. Kuncinya adalah memisahkan channel promosi dengan jelas. Gunakan TikTok khusus untuk TikTok Affiliate, sementara blog, YouTube, Instagram, dan platform lain untuk Shopee Affiliate.
Pendekatan ini memberikan keuntungan dari dua dunia: potensi viral dari TikTok dan pendapatan stabil dari Shopee. Namun perlu diingat bahwa mengelola dua program sekaligus membutuhkan waktu dan energi lebih besar. Mulailah dengan satu platform terlebih dahulu, kuasai sistemnya, baru kemudian ekspansi ke platform lain setelah fondasi sudah kuat.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah bisa bergabung dengan Shopee Affiliate dan TikTok Affiliate sekaligus di tahun 2026?
Ya, kedua program bisa dijalankan bersamaan. Namun pastikan untuk tidak menyebarkan link Shopee di TikTok atau sebaliknya, karena hal ini melanggar ketentuan kedua platform dan bisa berakibat pada pembekuan akun.
2. Berapa penghasilan rata-rata affiliate pemula per bulan?
Penghasilan sangat bervariasi tergantung konsistensi dan kualitas konten. Affiliate pemula biasanya menghasilkan Rp500.000 hingga Rp2.000.000 per bulan di awal. Seiring bertambahnya pengalaman dan audiens, penghasilan bisa meningkat hingga puluhan juta rupiah.
3. Apakah TikTok Affiliate membutuhkan modal awal?
Tidak ada modal finansial yang dibutuhkan untuk bergabung. Yang diperlukan adalah smartphone dengan kamera yang layak, kreativitas dalam membuat konten, dan konsistensi dalam posting. Beberapa kreator sukses memulai hanya dengan modal HP standar.
4. Bagaimana jika pembeli melakukan return setelah komisi dihitung?
Komisi yang sudah dihitung akan dibatalkan jika pembeli melakukan return atau pembatalan pesanan. Inilah mengapa TikTok memiliki periode tunggu 21-30 hari sebelum komisi bisa dicairkan, untuk mengakomodasi potensi return.
5. Platform mana yang lebih cocok untuk pemula tanpa followers di 2026?
Shopee Affiliate lebih cocok untuk pemula tanpa followers karena tidak ada syarat minimum. TikTok Affiliate juga bisa diakses pemula melalui jalur Seller Center yang tidak mensyaratkan followers. Pilihan tergantung pada preferensi jenis konten yang ingin dibuat.
Perbandingan Shopee Affiliate dan TikTok Affiliate 2026 menunjukkan bahwa tidak ada platform yang mutlak lebih baik dari yang lain. TikTok menawarkan komisi lebih tinggi dan potensi viral, sementara Shopee memberikan stabilitas dan fleksibilitas channel promosi. Keputusan akhir sebaiknya didasarkan pada profil personal, keahlian membuat konten, dan target audiens yang ingin dijangkau.
Bagi pemula yang baru memulai perjalanan di dunia affiliate marketing, disarankan untuk memilih satu platform terlebih dahulu dan fokus menguasainya. Eksperimen dengan berbagai jenis konten, pelajari pola perilaku audiens, dan terus tingkatkan kualitas promosi. Setelah fondasi kuat, barulah pertimbangkan untuk mengeksplorasi platform lain demi memaksimalkan potensi penghasilan di tahun 2026 dan seterusnya.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.















