Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) untuk masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Setiap tahun, ratusan ribu calon mahasiswa bersaing melalui jalur ini demi meraih kursi di program studi impian. Tahun 2026 membawa sejumlah perubahan signifikan yang perlu dicermati sejak dini oleh seluruh peserta.
SNBT merupakan jalur seleksi kedua setelah SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Berbeda dengan SNBP yang mengandalkan nilai rapor dan prestasi akademik, SNBT menguji kemampuan peserta secara langsung melalui ujian tertulis berbasis komputer.
Salah satu perubahan besar pada UTBK SNBT 2026 adalah dihapusnya sistem dua gelombang. Jika pada tahun-tahun sebelumnya peserta memiliki kesempatan mengikuti ujian di gelombang pertama maupun kedua, kini seluruh peserta hanya mendapat satu kali kesempatan ujian dalam satu periode pelaksanaan. Kebijakan ini menuntut persiapan yang lebih matang karena tidak ada kesempatan mengulang.
Selain itu, nilai UTBK 2026 hanya berlaku untuk proses penerimaan di tahun yang sama. Artinya, hasil ujian tidak dapat digunakan untuk mendaftar di tahun berikutnya. Peserta yang telah dinyatakan lolos melalui jalur SNBP pada tahun 2024, 2025, maupun 2026 juga tidak diperkenankan mengikuti SNBT 2026. Aturan ini bertujuan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh calon peserta.
Mengingat berbagai perubahan tersebut, memahami jadwal, prosedur pendaftaran, dan materi ujian sedini mungkin menjadi langkah strategis. Artikel ini menyajikan informasi lengkap seputar UTBK SNBT 2026 berdasarkan data resmi yang telah dirilis oleh BPPP Kemendikbudristek melalui portal SNPMB.
Jadwal Lengkap UTBK SNBT 2026
Timeline Umum dari SNPMB
BPPP Kemendikbudristek telah merilis jadwal resmi pelaksanaan UTBK SNBT 2026 melalui portal.snpmb.id. Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan registrasi akun siswa pada awal Januari dan berakhir dengan masa unduh sertifikat UTBK hingga akhir Juli 2026. Seluruh tahapan memiliki batas waktu yang ketat, sehingga keterlambatan di satu tahap dapat menggagalkan keikutsertaan secara keseluruhan.
Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, yakni pada 21 hingga 30 April 2026, dengan dua sesi ujian setiap harinya. Sistem satu gelombang ini berarti seluruh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia akan menjalani ujian dalam periode yang sama. Pengumuman hasil SNBT dijadwalkan pada 25 Mei 2026, memberikan jeda sekitar satu bulan setelah pelaksanaan ujian untuk proses penilaian dan seleksi.
Perlu dicatat bahwa semua tahapan pendaftaran dan administrasi ditutup pada pukul 15.00 WIB di hari terakhir masing-masing periode. Peserta sangat disarankan untuk tidak menunda hingga menit-menit terakhir guna menghindari kendala teknis seperti kepadatan server atau gangguan koneksi internet.
Jadwal Penting yang Wajib Dicatat
Berikut adalah jadwal lengkap UTBK SNBT 2026 yang wajib diketahui oleh seluruh calon peserta:
- Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 7 April 2026
- Pendaftaran UTBK SNBT: 25 Maret – 7 April 2026
- Pembayaran Biaya UTBK: 25 Maret – 8 April 2026
- Pelaksanaan UTBK: 21 – 30 April 2026 (10 hari, 2 sesi per hari)
- Pengumuman Hasil SNBT: 25 Mei 2026
- Masa Unduh Sertifikat UTBK: 2 Juni – 31 Juli 2026
Registrasi akun siswa dibuka jauh lebih awal dibandingkan periode pendaftaran UTBK. Rentang waktu hampir tiga bulan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan, memverifikasi data diri, serta memastikan akun SNPMB aktif dan valid. Sementara itu, periode pendaftaran UTBK yang hanya berlangsung sekitar dua pekan menuntut kesiapan penuh pada saat pembukaan.
Pemilihan program studi dan lokasi ujian dilakukan bersamaan dengan proses pendaftaran UTBK. Peserta perlu mempertimbangkan pilihan secara matang sebelum periode pendaftaran dibuka, mengingat perubahan pilihan setelah batas waktu tidak dimungkinkan. Lokasi ujian biasanya disesuaikan dengan ketersediaan tempat pelaksanaan di wilayah masing-masing peserta.
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran UTBK SNBT 2026
Persyaratan Umum Peserta
Calon peserta UTBK SNBT 2026 harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh BPPP. Persyaratan ini bersifat wajib dan menjadi dasar verifikasi data sebelum peserta diizinkan mengikuti ujian. Ketidaksesuaian data atau dokumen dapat mengakibatkan pembatalan keikutsertaan.
Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi:
- Merupakan lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat pada tahun 2024, 2025, atau 2026
- Lulusan Paket C dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) valid
- Memiliki akun SNPMB yang terdaftar di portal.snpmb.id
- Tidak dinyatakan lulus melalui jalur SNBP pada tahun 2024, 2025, atau 2026
- Bagi pemilih program studi bidang seni atau olahraga, wajib mengunggah portofolio sesuai ketentuan
Batasan tahun kelulusan yang mencakup tiga tahun terakhir memberikan peluang bagi lulusan yang belum berhasil masuk PTN pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, kebijakan satu gelombang tanpa kesempatan mengulang menjadikan persiapan tahun ini lebih menentukan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Langkah-Langkah Pendaftaran
Proses pendaftaran UTBK SNBT 2026 dilakukan secara daring melalui portal resmi SNPMB. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun SNPMB di portal.snpmb.id. Pembuatan akun ini memerlukan NISN aktif, data kependudukan yang sesuai dengan dokumen resmi, serta alamat email dan nomor telepon yang valid untuk keperluan verifikasi.
Setelah akun berhasil dibuat dan diverifikasi, peserta dapat melanjutkan ke tahap pendaftaran UTBK pada periode yang telah ditentukan. Pada tahap ini, peserta diminta mengisi biodata secara lengkap, mengunggah dokumen pendukung seperti foto resmi dan ijazah atau surat keterangan lulus, serta memilih program studi yang dituju.
Peserta diperbolehkan memilih maksimal empat program studi dengan ketentuan kombinasi tertentu. Apabila memilih tiga hingga empat program studi, harus terdapat campuran antara program S1 dan program vokasi (D3 atau D4). Ketentuan ini mendorong peserta untuk tidak hanya menargetkan program sarjana tetapi juga mempertimbangkan jalur vokasi yang memiliki prospek kerja langsung. Setelah seluruh data terisi dan pilihan prodi dikunci, peserta wajib menyelesaikan pembayaran biaya UTBK sebelum batas waktu 8 April 2026.
Biaya Pendaftaran UTBK SNBT 2026
Biaya pendaftaran UTBK SNBT setiap tahun ditetapkan oleh BPPP Kemendikbudristek. Pada tahun-tahun sebelumnya, biaya pendaftaran berada di kisaran Rp200.000 hingga Rp300.000. Untuk tahun 2026, besaran biaya resmi akan diumumkan bersamaan dengan pembukaan pendaftaran melalui portal SNPMB.
Bagi peserta dari keluarga kurang mampu, tersedia mekanisme pembebasan atau subsidi biaya pendaftaran. Peserta yang terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau program bantuan sosial lainnya dapat mengajukan pembebasan biaya melalui portal SNPMB. Proses pengajuan ini biasanya memerlukan verifikasi data tambahan dan dokumen pendukung dari pihak sekolah maupun dinas sosial setempat.
Pembayaran biaya UTBK dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk transfer bank, pembayaran di gerai minimarket, maupun platform pembayaran digital yang bekerja sama dengan BPPP. Bukti pembayaran harus diunggah atau dikonfirmasi melalui portal SNPMB dalam periode 25 Maret hingga 8 April 2026. Kegagalan menyelesaikan pembayaran dalam tenggat waktu akan mengakibatkan pendaftaran dianggap tidak valid.
Materi Ujian UTBK SNBT 2026
Tes Potensi Skolastik (TPS)
Tes Potensi Skolastik merupakan komponen utama UTBK SNBT 2026 dengan total 90 soal. TPS dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif peserta yang dianggap penting untuk keberhasilan di perguruan tinggi. Berbeda dengan ujian berbasis hafalan, TPS lebih menekankan pada kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah.
TPS terdiri dari empat subtes. Pertama, Penalaran Umum yang mencakup penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif sebanyak 30 soal. Subtes ini menguji kemampuan peserta dalam menarik kesimpulan dari premis yang diberikan, mengenali pola, serta menerapkan logika dalam berbagai konteks. Kedua, Pengetahuan dan Pemahaman Umum sebanyak 20 soal yang mengukur wawasan peserta terhadap berbagai isu dan konsep umum.
Subtes ketiga adalah Pemahaman Bacaan dan Menulis sebanyak 20 soal. Bagian ini menguji kemampuan peserta dalam memahami teks, mengidentifikasi gagasan utama, serta menilai efektivitas penggunaan bahasa dalam tulisan. Subtes keempat adalah Pengetahuan Kuantitatif sebanyak 20 soal yang mengukur kemampuan numerik dasar dan pemahaman konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Tes Literasi
Komponen kedua dari UTBK SNBT 2026 adalah Tes Literasi yang terdiri dari 70 soal. Tes ini mengukur kemampuan peserta dalam memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dari berbagai jenis teks. Literasi yang diujikan mencakup tiga bidang utama, masing-masing dengan karakteristik dan tuntutan yang berbeda.
Literasi Bahasa Indonesia terdiri dari 30 soal dan menguji kemampuan peserta dalam memahami teks berbahasa Indonesia dari berbagai genre, mulai dari teks akademik hingga teks populer. Peserta dituntut mampu mengidentifikasi argumen, mengevaluasi bukti, serta memahami struktur dan tujuan penulisan. Sementara itu, Literasi Bahasa Inggris sebanyak 20 soal mengukur kemampuan serupa dalam konteks teks berbahasa Inggris, meliputi pemahaman kosakata, struktur kalimat, dan isi bacaan secara keseluruhan.
Kemampuan berbahasa Inggris yang diujikan bukan sekadar penguasaan tata bahasa secara terpisah, melainkan kemampuan fungsional dalam membaca dan memahami teks akademik. Peserta disarankan untuk terbiasa membaca artikel dan jurnal berbahasa Inggris sebagai bagian dari persiapan menghadapi subtes ini.
Penalaran Matematika
Penalaran Matematika terdiri dari 20 soal dan menjadi bagian dari Tes Literasi. Berbeda dengan mata pelajaran matematika di kurikulum sekolah yang menekankan pada rumus dan prosedur penyelesaian, Penalaran Matematika dalam UTBK lebih fokus pada kemampuan berpikir matematis dan penerapan konsep dalam situasi nyata.
Soal-soal penalaran matematika kerap menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau narasi yang memerlukan interpretasi sebelum dapat diselesaikan. Kemampuan yang diuji meliputi penalaran aljabar, statistika dasar, geometri, serta logika matematika. Peserta tidak cukup hanya menghafal rumus, melainkan harus memahami konsep di balik rumus tersebut dan mampu menerapkannya secara fleksibel.
Perbedaan pendekatan ini sering kali menjadi tantangan bagi peserta yang terbiasa dengan pola soal konvensional di sekolah. Oleh karena itu, latihan dengan soal-soal bertipe penalaran dan analisis sangat dianjurkan sebagai bagian dari strategi persiapan.
Struktur dan Durasi Ujian
UTBK SNBT 2026 terdiri dari total 160 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 195 menit. Seluruh soal dikerjakan dalam satu sesi ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Peserta mengerjakan ujian di lokasi yang telah ditentukan dengan menggunakan perangkat komputer yang disediakan oleh panitia pelaksana.
Rincian jumlah soal per komponen adalah sebagai berikut:
- Tes Potensi Skolastik (TPS): 90 soal, terdiri dari Penalaran Umum (30 soal), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (20 soal), Pemahaman Bacaan dan Menulis (20 soal), serta Pengetahuan Kuantitatif (20 soal)
- Tes Literasi: 70 soal, terdiri dari Literasi Bahasa Indonesia (30 soal), Literasi Bahasa Inggris (20 soal), dan Penalaran Matematika (20 soal)
Sistem penilaian UTBK menggunakan Item Response Theory (IRT) yang memperhitungkan tingkat kesulitan soal dan konsistensi jawaban peserta. Dengan sistem ini, peserta yang menjawab benar soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi akan memperoleh skor yang lebih tinggi dibandingkan peserta yang hanya menjawab benar soal-soal mudah. Tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah, sehingga peserta disarankan untuk menjawab seluruh soal tanpa mengosongkan lembar jawaban.
Tips Persiapan Menghadapi UTBK SNBT 2026
Strategi Belajar Efektif
Persiapan yang terstruktur dan konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam UTBK SNBT. Langkah pertama adalah menyusun jadwal belajar yang disesuaikan dengan timeline pendaftaran. Dengan registrasi akun dibuka pada 12 Januari 2026 dan pelaksanaan ujian pada 21 April 2026, peserta memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan diri secara intensif.
Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan sangat beragam, mulai dari platform belajar daring seperti Zenius dan Ruangguru yang menyediakan bank soal dan pembahasan, hingga try out resmi yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga. Try out berfungsi tidak hanya sebagai latihan soal, tetapi juga sebagai alat ukur kemampuan dan identifikasi kelemahan yang perlu diperbaiki. Peserta disarankan mengikuti setidaknya tiga hingga lima kali try out sebelum hari pelaksanaan.
Fokus persiapan sebaiknya diberikan pada subtes yang memiliki jumlah soal terbanyak atau yang paling sulit menurut kemampuan masing-masing peserta. Penalaran Umum dengan 30 soal dan Literasi Bahasa Indonesia dengan 30 soal merupakan dua subtes dengan porsi terbesar yang layak mendapat perhatian lebih. Namun, persiapan tetap harus menyeluruh karena seluruh komponen berkontribusi terhadap skor akhir.
Persiapan Teknis dan Mental
Mengingat UTBK dilaksanakan secara CBT, peserta perlu terbiasa mengerjakan soal di layar komputer. Simulasi ujian berbasis komputer dapat dilakukan melalui platform try out daring yang menyediakan antarmuka serupa dengan sistem ujian sesungguhnya. Kebiasaan membaca soal di layar dan mengoperasikan fitur navigasi soal akan mengurangi waktu adaptasi saat hari pelaksanaan.
Manajemen waktu merupakan keterampilan kritis selama ujian berlangsung. Dengan 160 soal dalam 195 menit, rata-rata waktu yang tersedia adalah sekitar 1 menit 13 detik per soal. Peserta perlu berlatih mengalokasikan waktu secara efisien, tidak terlalu lama pada satu soal yang sulit, dan menyisakan waktu untuk memeriksa ulang jawaban di akhir sesi.
Persiapan mental dan fisik juga tidak boleh diabaikan. Tidur yang cukup pada malam sebelum ujian, sarapan yang bergizi, serta kondisi pikiran yang tenang akan sangat memengaruhi performa selama ujian. Teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam dapat membantu mengatasi kecemasan yang wajar dirasakan menjelang ujian. Peserta juga disarankan untuk mempersiapkan keperluan teknis seperti kartu peserta, identitas diri, dan mengetahui lokasi ujian beberapa hari sebelum pelaksanaan agar tidak terjadi kepanikan di hari H.
Penutup
UTBK SNBT 2026 membawa perubahan penting dengan diberlakukannya sistem satu gelombang tanpa kesempatan mengulang. Seluruh rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi akun SNPMB pada 12 Januari 2026, pendaftaran UTBK pada 25 Maret, pelaksanaan ujian pada 21 hingga 30 April, hingga pengumuman hasil pada 25 Mei 2026. Materi ujian terdiri dari 160 soal yang mencakup Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi dalam waktu 195 menit.
Persiapan yang matang, pemahaman mendalam terhadap materi ujian, serta penguasaan strategi pengerjaan soal menjadi faktor penentu keberhasilan. Seluruh calon peserta disarankan untuk segera membuat akun SNPMB, mempersiapkan dokumen yang diperlukan, dan memulai latihan soal secepat mungkin. Informasi terbaru dan perubahan ketentuan dapat dipantau secara berkala melalui portal resmi SNPMB di portal.snpmb.id serta kanal komunikasi resmi BPPP Kemendikbudristek.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi terkait.













